BLOGGER TEMPLATES AND TWITTER BACKGROUNDS

Goal.com Live Scores

About Me

Senin, 18 Mei 2009

Rafael Benitez menolak menyampaikan ucapan selamat kepada Sir Alex Ferguson atas sukses Manchester United (MU) meraih gelar musim ini.

"Saya hanya akan menyampaikan ucapa selamat kepada MU. Mereka melakukan yang terbaik, tapi saya tidak ingin bicara terlalu banyak," katanya.

"Secara normal, kita harus saling menghormati sesama manajer. Sepanjang musim ini saya telah melihat banyak hal yang tidak saya inginkan," lanjutnya.

Benitez dua kali memiliki kesempatan menyampaikan ucapan selamat kepada Fergie, yaitu sebelum dan setelah Liverpool mengalahkan West Bromwich Albion 2-0. Namun ia tidak melakukannya.

Dia juga tidak terpancing pertanyaan pers, dan beberapa kali hanya menyampaikan ucapan selamat kepada MU.

Benitez dan Fergie terlibat perseteruan sepanjang musim ini. Keduanya kerap saling serang, dan bertukar kata.

MU kini menyamai rekor Liverpool, dengan 18 kali meraih gelar Liga Primer. The Redsberupaya keras mencegah hal itu terjadi, tapi gagal.

Musim depan, Fergie menargetkan melamapui rekor Liverpool. Benitez akan dipaksa kerja keras menggagalkannya.

Minggu, 17 Mei 2009

Liverpool Buru Striker

Produktivitas gol Liverpool musim ini sesungguhnya tak mengecewakan. Bahkan Reds boleh bangga sebagai tim paling produktif dibandingkan Manchester United yang menjadi juara Liga Primer Inggris. 

Hanya, menjadi tim yang produktif, ternyata tak memuaskan manajer Rafael Benitez. Ia tetap kecewa dengan kinerja lini depan. Bagaimana tidak, topskor klub justru dikuasai kapten Steven Gerrard yang seorang pemain tengah. Lini depan tim juga sangat bergantung pada Fernando Torres. 

Karena itu, Benitez ingin menambah daya gedor tim dengan merekrut striker baru. Deretan pemain depan sudah ada di kantong Benitez. Dengan dukungan dana sebesar £20 juta, ia diberi kebebasan merekrut pemain yang disukainya. 

Pemain sayap Heerenveen Daniel Pranjic menjadi bidikan utama Benitez. Pemain depan Kroasia ini telah membuktikan sebagai salah satu striker maut di Eredivisie Belanda. Striker Almeria Alvaro Negredo menjadi target berikutnya. Hanya, Almeria bersedia melepas Negredo dengan harga £10 juta. Selain itu, Benitez masih menginginkan striker Valencia David Villa. 

Gelandang Gareth Barry juga tetap menjadi prioritas Benitez. Apalagi, harga transfer kapten Aston Villa ini bakal anjlok menjadi tak lebih dari £10 juta karena kontraknya hampir habis. Villa kemungkinan terpaksa kehilangan Barry setelah gagal memenuhi permintaan pemainnya tampil di Liga Champions musim depan. 

Benitez juga siap melepas sejumlah pemain untuk menambah dana pembelian. Pemain sayap Ryan Babel yang dinilai gagal berkembang di Anfield sudah ditawarkan dengan harga £10 juta. 

Benitez juga akan melepas striker Ukraina Andriy Voronin dengan harga £8 juta. Sedangkan Jermaine Pennant tidak diperbarui kontraknya. Portsmouth tampaknya akan mendapatkan Pennant secara gratis. 

Para pemain lain yang dilepas antara lain kiper Charles Itandje, pemain muda Jack Hobbs yang dijual ke Leicester dengan harga £1 juta. Beberapa pemain yang dipinjamkan seperti Craig Lindfield, Adam Hammill, Paul Anderson dan Sebastian Leto juga siap dilego dengan harga tak terlalu tinggi. 

Sabtu, 16 Mei 2009

Hiddink: Gerrard Layak Menjadi Pemain Terbaik


Pelatih Chelsea Guus Hiddink mengatakan skipper Liverpool Steven Gerrard sangat layak terpilih sebagai Pemain Terbaik 2009.

"Gerrard layak menerima penghargaan itu," ujar Hiddink.

"Dia melewati musim mengesankan. Dia bermain sangat efisien di lapangan, dan memperlihatkan sosoknya sebagai pemain profesional," puji pelatih asal Belanda itu.

Di Liverpool, Gerrard selalu disambut hangat. Hiddink menyamai Gerrard dengan Frank Lampard.

"Keduanya dihormati siapa pun di seluruh Inggris," katanya lagi.

Gerrard baru saja mendapat penghargaan Pemain Terbaik Inggris versi wartawan dan penulis sepakbola. Zinedine Zidane, legenda Real Madrid dan Prancis, juga sempat memujinya sebagai figur layak menjadi Pemain Terbaik Eropa.

Jumat, 15 Mei 2009

Gerrard Bangga Dengan Pialanya


Steven Gerrard berhasil mengalahkan persaingan dari duet Manchester United Ryan Giggs, yang menjadi Pemain Terbaik versi Asosiasi Pesepakbola Profesional (PFA), dan Wayne Rooney.

Ia adalah pemain pertama Liverpool yang berhasil meraih penghargaan bergengsi itu sejak terakhir kali John Barnes merebutnya pada 1990, atau hampir dua dasawarsa lalu.

"Saya bahagia tetapi saya sedikit terkejut. Jika anda melihat kualitas pemain di liga ini, sebuah kebanggaan meraih penghargaan ini. Bukan hanya pemain Manchester United. Jika anda melihat para pemain Chelsea dan Arsenal dan tim lainnya, mereka semua pemain fantastis," kata Gerrard.

Gerrard menyinggung, "Bahkan ini lebih spesial bagi saya karena saya mengikuti jejak para pemain Liverpool seperti John Barnes, Steve Nicol, dan Kenny Dalglish yang menjadi pahlawan-pahlawan saya. Dan lebih jauh lagi seperti Ian Callaghan dan Terry McDermott yang menjadi pujaan ayah saya dan banyak fans Liverpool lainnya."

Presiden FWA Steve Bates, yang merupakan pimpinan penulis sepakbola untuk the People, menyatakan, "Penampilan Steven musim ini berada pada kualitas tertinggi. Ambisi dan hasratnya membantu Liverpool dalam perebutan gelar dan memastikan akhir musim yang ketat."

Manajer the Reds Rafael Benitez memuji, "Saya sungguh senang untuk Steven. Untuk menjadi pemain terbaik baginya adalah penghargaan luar biasa untuknya dan menunjukkan apa yang telah capai."

Gerrard akan menerima piala itu pada jamuan makan malam di London pada 29 Mei.

Musim Depan Gerrard Incar Double Winner


LIVERPOOL - Kegagalan Liverpool di musim ini sudah bisa diterima dengan lapang oleh Steven Gerrard. Namun kapten The Reds ini berjanji akan merebut dua gelar di musim depan, Premier League dan Piala Dunia.

Pemain 28 tahun ini berharap bisa menuntaskan puasa gelar yang dialami Liverpool dan Inggris. The Reds sudah tidak merasakan gelar juara sejak 1990. Sementara Inggris pertama dan terakhir juara Piala Dunia di 1966.

Steven Gerrard menyatakan dirinya berharap bisa seperti legenda Liverpool Roger Hunt, yang mendapat dua gelar tersebut dalam musim yang sama.

Hunt membantu The Reds menjadi juara Inggris 1966, sebelum mengantarkan Inggris menggondol medali emas. Gerrard yang baru saja terpilih menjadi pemain terbaik pilihan wartawan sepakbola ini ingin mengikuti jejak idolanya tersebut pada 2010.

"Roger adalah pemain fantastis. Saya tidak mengetahui secara langsung. Tapi, ayah saya yang menceritakan betapa hebatnya Roger. Saya harus menirunya," jelas Gerrard kepada The Sun, Jumat (15/5/2009).

"Jika kami bisa mengulang di 2010, maka nama saya akan menjadi kenangan. Dan itulah musim terbaik yang saya alami. Saya harus berjuang lebih keras lagi," lanjut Gerrard.

Liverpool harus berusaha keras mematahkan dominasi Manchester United di Premier League. Sementara itu, Gerrard juga harus berupaya meloloskan Inggris ke PD 2010 Afrika Selatan.

Rabu, 13 Mei 2009

Nih dia the next "SUPERSTARS"




Beberapa Klub Inggris Bidik Trezeguet


Trezeguet menjadi target transfer sejumlah klub Inggris.

Kontraknya di Juventus akan habis pada akhir musim 2010/11. Tapi ia kerap dibangkucadangkan oleh pelatih Claudio Ranieri, sehingga membuka beragam spekulasi tentang kepindahannya dari Bianconeri.

Sepanjang musim ini, Trezeguet dihantui gangguan cedera paha, dan baru enam kali tampil di kompetisi Serie A Italia.

Jorge Trezeguet, ayah dan juga agen si pemain, kepada Sky Sports menyebutkan, beberapa klub Inggris ingin mendapatkan jasa anaknya.

"Banyak klub berharap dia ke Inggris," kata Jorge Trezeguet tanpa menyebutkan klub mana saja yang sudah menghubunginya.

"Lyon juga tertarik dan hubungan dengan Barcelona selalu baik.

"Kita lihat saja nanti apa yang terjadi di akhir musim," tambahnya.

Trezeguet memilih untuk bertahan di Juve pada awal musim ini, meskipun Barcelona dikabarkan serius untuk mendatangkannya ke Nou Camp.

Benitez Bidik Striker Baru


Liverpool minim pilihan di lini depan. Hanya Fernando Torres yang cukup bisa diandalkan di lini depan, meskipun lini kedua Liverpool terkenal produktif.

Untuk mengatasi masalah ini musim depan, Rafael Benitez berharap bisa mendatangkan pemain baru berposisi striker, sehingga bisa melapis, atau bahkan mendampingi Torres.

"Kami telah berupaya keras mengidentifikasi pemain. Masalahnya adalah apakah yang kami bisa mendatangkan pemain yang tepat, meski pun saya percaya kami bisa melakukannya," kata Benitez kepada The Daily Post.

"Semua orang tahu kehebatan Torres dan [Steven] Gerrard, dan mereka bermain bagus saat bersama. Tapi kami menghdapai 60 pertandingan atau lebih dalam satu musim. Itu artinya akan ada banyak peluang bagi pemain untuk bermain, jadi saya tidak menilai hal itu akan menjadi masalah," paparnya.

Namun belum jelas siapa yang akan dibidik Benitez musim depan.

Tevez selangkah menuju anfield


Penyerang Manchester United (MU), Carlos Tevez menyatakan siap bergabung dengan Liverpool akhir musim ini bila MU tak juga memberi kepastian tentang masa depannya.

Masa pinjam Tevez di MU hanya sampai akhir musim ini. Bila MU tak membelinya dari Kia Joorabchian, Tevez bisa bergabung kepada klub mana saja.

Melihat potensinya, tak heran banyak klub menginginkannya, termasuk juga Liverpool. "The Reds" sudah menyatakan tertarik dan siap bernegosiasi dengan Joorabchian.

Selain Liverpool, AC Milan juga berminat membelinya. "I Rossoneri bahkan bersedia membayar 20 juta poundterling atau sekitar Rp315 miliar untuk membeli penyerang asal Argentina itu. Milan juga sudah menyiapkan kontrak empat musim bagi Tevez senilai lima juta poundsterling atau hampir Rp 79 miliar per musim.

Meski begitu, Tevez diyakini akan lebih memilih pindah ke Liverpool. Pasalnya, keluarga Tevez sekarang tinggal di Chester, Inggris, dan ia sangat mementingkan kedekatan dengan keluarga. Bila ia akhirnya pindah ke Anfield, maka itu akan membuat pelatih MU, Alex Ferguson, berang.

Ferguson tak pernah membiarkan pemainnya hengkang ke Liverpool. Ketika Gabriel Ivan Heinze nyaris pasti bergabung dengan "The Reds" dua musim lalu, Ferguson berusaha menggagalkannya.

Jadi, bila tak ingin melihat Tevez berseragam "The Reds" musim depan, Ferguson harus mengeluarkan dana sekitar 26 juta poundsterling atau sekitar Rp 409 miliar untuk membeli Tevez.

Kuyt ''not for sale''

Pelatih Liverpool, Rafael Benitez menyatakan, penyerang Dirk Kuyt adalah salah satu andalan "The Reds". Untuk harga berapa pun, Benitez tak akan melepaskannya.

Musim ini, Liverpool dinilai memainkan sepak bola terbaik dibandingkan penampilan mereka sebelumnya, setidaknya dalam empat musim terakhir. Sayangnya, Liverpool malah terancam kering gelar.

Benitez menilai, Liverpool sebetulnya sudah menemukan gaya sepak bola terbaik mereka. Hanya saja, untuk meraih trofi, Liverpool membutuhkan sejumlah pemain baru yang lebih mendukung permainan tim.

Untuk menambah dana transfer dan penghematan anggaran gaji pemain, Benitez dan klub berencana menjual sejumlah pemain. Nama Dirk Kuyt disebut masuk dalam daftar jual.
Rumor itu ternyata mengundang minat beli sejumlah klub. Dan, karena merasa hal itu merugikan, Benitez pun mengeluarkan bantahan."Mr Duracell adalah deskripsi yang bagus untuknya karena ia selalu berlari, selalu bergerak. Ia telah bekerja dengan baik, menciptakan sesuatu, dan mencetak banyak gol," ungkap Benitez.

"Karena bisa menggunakannya dalam banyak cara berbeda, Anda bisa cukup menjamin bahwa ia akan berada dalam starting line-up. Orang bisa melihat betapa pentingnya ia bagi kami musim ini," lanjutnya.

Benitez diperkirakan akan membuang sebelas pemain. Menurut News of the World, mereka adalah Ryan Babel, Albert Riera, Xabi Alonso, Jermaine Pennant, Philipp Degen, Charles Itandje, Sami Hypia, Jack Hobbs, Andriy Voronin, Sebastian Leto, dan Andrea Dossena.

Penjualan diprediksi akan menghasilkan lebih dari 44 juta poundsterling atau sekitar Rp 694 miliar. Dana ini belum ditambah anggaran transfer dari klub yang dikabarkan mencapai 20 juta poundsterling atau hampir Rp 315 miliar.

Gerrard, Terbaik di Mata Wartawan


LONDON - Steven Gerrard boleh saja gagal meraih penghargaan pemain terbaik versi Asosiasi Pesepakbola Profesional (PFA) musim ini. Namun, kapten Liverpool itu tetap didapuk sebagai Pemain Terbaik 2009 oleh Asosiasi Wartawan Sepakbola (FWA), Rabu (13/5/2009).

Ya, Stevie G berhasil merengkuh penghargaan tersebut setelah menyisihkan duo Manchester United Ryan Giggs dan Wayne Rooney dalam perolehan suara. Ini bisa dibilang merupakan "pembalasan" gelandang 28 tahun itu setelah dikalahkan Giggsy pada pemilihan Pemain Terbaik PFA, beberapa waktu lalu.

Gerrard dianggap menjadi sumber kekuatan Liverpool dalam usahanya memepet juara bertahan Manchester United pada perebutan mahkota Premier League musim ini. Selain itu, meski harus tersingkir dari perhelatan Liga Champions, namun Gerrard dinilai berperan besar terhadap performa impresif The Reds pada laga paling bergengsi Benua Biru.

"Penampilan Steven musim ini benar-benar permainan berkualitas tinggi. Ambisi serta semangatnya telah membawa Liverpool menjadi ancaman besar di perebutan gelar juara Premier League," puji petinggi FWA, Steve Bates, seperti dilansir reuters.

"Steven jelas berada dalam penampilan terbaiknya dan layak disebut sebagai salah satu gelandang terbaik di generasinya. FWA sangat gembira bisa memberikan penghormatan terhadap kontribusinya kepada klub serta negara," tandas Bates.

Rencananya, Gerrard akan menerima penghargaan tersebut pada acara makan malam di Hotel Royal Lancaster, London, 29 Mei 2009.

Alonso ke madrid?


LIVERPOOL - Niat Real Madrid mengejar Xabi Alonso rupanya tidak bertepuk sebelah tangan. Kubu Liverpool siap bernegosiasi dengan Madrid, dan membicarakan nilai jual Alonso.

Dengan demikian, maka Real Madrid semakin dekat dengan Alonso. El Real memang gencar mencari punggawa baru untuk memperbaiki prestasi yang anjlok di musim ini. Nama Alonso masuk dalam daftar incaran Madrid.

Seperti dikutip AS, Rabu (13/5/2009), dua owner The Reds Tom Hicks dan George Gillett serta pelatih Rafa Benitez akan mengadakan pertemuan. Pembicaraan dari pertemuan itu adalah membahas masa depan The Reds yang tengah bersiap melepas 11 pemain untuk membangun The New Anfield.

The Reds mematok harga Alonso dengan kisaran 30 juta euro. Bintang The Basque akan tetap diboyong Madrid, berapa pun harga yang ditawarkan. Pasalnya, Madrid membutuhkan sosok pemain seperti Alonso.

Pemain 27 tahun ini sangat berhasrat kembali berlaga di Spanyol, mengulang kesuksesannya ketika bersama Real Sociedad. Dengan Los Merengues, Alonso berpeluang besar mendapat gelar bergengsi seperti La Liga atau Liga Champions.

Forlan menuju ke anfield


MADRID - Bursa transfer sudah mulai bergeliat meski musim kompetisi belum berakhir. Manajemen Liverpool dikabarkan hampir pasti mendapatkan striker Atletico Madrid Diego Forlan.

Bomber asal Uruguai tersebut dikabarkan sepakat mengenakan kostum The Reds musim depan. Masalah kecil yang masih menjadi sandungan adalah kedua klub belum satu suara dalam urusan transfer.

Bila Forlan resmi berkostum Liverpool, maka musim depan menjadi kali keduanya merumput di Inggris. Forlan pernah membela Manchester United, sebelum bergabung dengan Villarreal dan kini menjadi milik Atletico.

Seperti dilansir Sport, Rabu (13/5/2009), Los colchoneros tidak melepas Forlan bila harganya kurang dari 36 juta euro. Namun, klausul itu bisa diabaikan seandainya Liverpool bersedia menyerahkan 24 juta euro plus Lucas Leiva.

Sebenarnya Forlan tengah berada pada musim gemilang bersama Atletico. Dia berpeluang menjadi pencetak gol terbanyak musim ini. Jelang tiga laga terakhir, Forlan sudah mengemas 28 gol dan berhak menjadi pencetak gol terbanyak bersama striker Barcelona Samuel Eto'o

Dua musim lalu, Forlan menjadi pemain yang menggantikan posisi Fernando Torres. Torres bergabung dengan Liverpool dan Forlan dibeli Atletico dari Villarreal. Kini kedua pemain tersebut kemungkinan besar akan bekerja sama di Anfield.

Sammy diam-diam menghanyutkan


LIVERPOOL - Mungkin banyak Liverpudlian yang tidak mengenal nama Sammy Lee. Lee adalah asisten pelatih Liverpool, dan Rafa Benitez memuji sosok tersebut sebagai tokoh di balik kesuksesan The Reds.

Benitez sendiri menaruh rasa hormat yang besar kepada Lee. Menurut Benitez, meskipun Lee hanya berstatus sebagai asistennya, para pemain sangat menghormati Lee.

"Sammy adalah orang yang sangat dihormati para pemain. Kehadirannya memberikan sisi positif dan memberikan dukungan bagi saya. Dia juga motivator yang baik dan itu sangat membantu saya," jelas Benitez dalam situs resmi Liverpool, Rabu (13/5/2009).

"Saya tidak tahu siapa pelatih terbaik di Inggris. Namun, jika ada pemilihan asisten pelatih terbaik, maka saya menunjuk nama Lee," lanjut pelatih asal Spanyol ini.

The Reds kini sedang berharap pada kegagalan Manchester United dalam memetik angka penuh di sisa laga Premier League. Pasalnya, peluang Liverpool menjadi juara juga bergantung dalam hasil yang didapat United.
(zwr)

Tawaran Final Liverpool Buat Silva


LIVERPOOL - Liverpool terus bergerak cepat untuk mendapatkan David Silva. The Reds mengajukan tawaran terakhir kepada Velancia untuk memboyong playmakernya tersebut.

David Silva sekali lagi dihubungkan dengan klub Merseyside. Media Inggris menyebutkan The Reds juga sudah memberikan ultimatum kepada Valencia.

Seperti diberitakan The Mirror, Rabu (13/5/2009), The Merseyside siap menggelontorkan dana kepada Los Che sebesar 16 juta euro, sebagai bentuk kesepakatan atas transaksi Silva. Tawaran tersebut tanpa negosiasi.

Pelatih Rafael Benitez, sudah yakin bisa memboyong Silva ke Anfield, musim depan. Sebaliknya, Silva sendiri terlanjur menyatakan ingin tetap bertahan di Valencia.

Permasalahan yang terkait adalah, El Che sedang dirundung masalah finansial. Menjual pemain bintangnya adalah altenatif bagi manajemen Valencia untuk menyelamatkan klub di musim depan. Selain Silva, nama striker David Villa juga masuk dalam daftar jual.

Liverpool Boyong Pranjic Dari Heerenveen


Liverpool dikabarkan mencapai kesepakatan dengan Heerenveen, klub di Eredivisie, untuk memboyong Danijel Pranjic dengan harga £8 juta.

Sunday Mirror melaporkan pemain internasional Kroasia berusia 26 tahun itu akan menjadi pemain pertama yang diboyong Rafael Benitez musim panas mendatang. Pranjic bermain di posisi sayap, dan cukup sukses bersama Heerenveen.

Yme Kuiper, direktur Heerenveen, mengatakan The Reds adalah destinasi yang disukai Pranjic.

"Kami memahami keputusan Pranjic untuk pindah ke Liverpool. Siapa pun tahu Liverpool adalah klub besar, dan sangat diinginkan Pranjic," katanya.

Semula Heerenveen dikabarkan hanya ingin melepas Pranjic dengan harga sekitar £9 juta. Kedatangan Pranjic ke Anfield dipastikan akan membuat salah satu pemain yang saat ini ada dijual.

Gerrard: Kami Harus Terus Menang

Kapten Liverpool ini tampil gemilang dan mencetak dua gol saat timnya menang 3-0 atas tuan rumah West Ham United dalam lanjutan Liga Primer Inggris pekan ke-36.

Hasil itu membuat The Reds untuk sementara memuncaki klasemen. Posisi mereka bisa tergeser kembali kalau United minimal bermain imbang dengan Manchester City di Old Trafford, Minggu (10/5).

"Kami senang dengan kemenangan ini, karena berhasil kembali ke puncak klasemen dan menekan posisi United. Hal itu mesti kami lakukan terus sampai pertandingan terakhir," ucap Gerrard melalui Setanta Sports.

"Saat ini kami hanya bisa berharap City bisa mengganjal langkah United. Ini memang hal yang sulit karena menyandarkan harapan kami pada tim lain. Tapi setidaknya kami harus terus meraih kemenangan."

Pemain berusia 28 tahun itu mengakui timnya kehilangan banyak poin di awal tahun ini. Liverpool beberapa kali mengalami kerugian karena menuai hasil seri di kandang pada Januari dan Februari lalu.

Liverpool Mau Cuci Gudang

Pelatih Liverpool Rafael Benitez dikabarkan bakal menjual 11 pemainnya setelah kompetisi Liga Primer Inggris berakhir. Penjualan pemain dalam jumlah banyak ini bertujuan untuk mendapatkan dana segar demi mendatangkan pemain baru.

News of the World mengklaim, arsitek asal Spanyol ini siap menjual beberapa pemain seperti Ryan Babel, Albert Riera dan Xabi Alonso. Sedangkan pemain yang diburu adalah Gareth Barry dari Aston Villa. The Reds telah menganggarkan dana £8 juta untuk Barry.

Benitez berharap dari penjualan 11 pemain tersebut Liverpool bisa mendaoatkan £44 juta, untuk menambah dana £20 juta yang sudah disiapkan manajemen klub. Benitez ngotot mengejar Barry karena lini tengah dianggap titik lemah Liverpool.

Barry memang sudah lama ingin meninggalkan Villa Park bergabung dengan Liverpool. Kehadiran Barry tentunya memberi ancaman buat Alonso, kendati menjadi favorit suporter. Bila Alonso hengkang, pemain asal Spanyol ini kemungkinan berlabuh di Juventus atau Manchester City.

info untukmu..

Sejarah Liverpool

Sepuluh Hal Yang Wajib Diketahui Tentang Liverpool

Mengingat semua prestasi yang telah diraih Liverpool hingga saat ini, mengapa suporter The Reds harus berterima kasih juga kepada Everton?

Bila dilihat dari sisi jumlah piala yang telah dimenangkan, Liverpool dapat dianggap sebagai tim paling sukses di Inggris. Hal itu karena The Reds merupakan juara terbanyak Divisi Satu Inggris selama 18 kali, dan juga di ajang Piala Eropa/Liga Champions selama 5 kali. Sayangnya tim ini belum pernah sekalipun merasakan gelar juara sejak Liga Primer Inggris dimulai.

Tetapi kalau peringkat di klasemen Liga Primer hingga sekarang ini yang menjadi patokannya, maka fans Liverpool dapat menjadi optimis kalau tahun ini akhirnya akan menjadi waktu di mana trofi juara domestik di Inggris akan bermarkas kembali di Anfield.

Sama seperti klub saingannya Manchester United, Liverpool juga sarat dengan sejarah, tragedi, dan prestasi. Sehingga ada masanya sepakbola Inggris identik dengan tim merah dari daerah Merseyside ini. 

Selain The Beatles, klub ini menjadi hal lain yang membanggakan bagi kota Liverpool. Tetapi apakah The Beatles mempunyai sepuluh fakta menarik yang menghiasiThe Reds? Mari kita simak fakta-fakta tersebut di bawah ini.

10. Sejarah Liverpool sebagai sebuah klub sepakbola berawal pada suatu hari di tahun 1892 saat terjadi perselisihan antara Everton yang menyewa lapangan Anfield dengan John Houlding yang saat itu menjadi pemilik stadion Anfield. Houlding ingin menaikkan biaya sewa dari £100 ke £250 per tahun. Hal itu ditolak Everton dan mereka akhirnya pindah ke stadion baru di Goodison Park. Houlding yang tak mau melihat lapangannya tak terpakai, akhirnya malah memutuskan untuk membentuk sebuah tim sepakbola sendiri yang akan memakai Anfield. Tim baru yang lahir pada 15 Maret 1892 itu akhirnya diberi nama Liverpool Football Club.

9.  Liverpool sejak pertama kali terbentuk telah selalu bermarkas di Anfield. Stadion itu sendiri dibangun tahun 1884 dan berada di seberang Stanley Park. Tribun yang paling terkenal di Anfield tentunya adalah The Kop yang dinamakan berdasarkan sebuah bukit di propinsi Kwazulu-Natal, Afrika Selatan bernama Spion Kop. Bukit tersebut menjadi terkenal karena menjadi ajang pertempuran antara Lancashire Regiment yang kebanyakan berasal dari Liverpool dengan kaum Boer di Perang Boer Kedua. Nama The Kop itu diberikan oleh editor olahraga Liverpool Echo Ernest Edwards. Sekarang selain Liverpool, banyak tim sepakbola lain yang menamakan tribun mereka The Kop juga. Antara lain Sheffield United, Leicester City, Coventry City, dan Sheffield Wednesday.

8. Pada awalnya warna seragam Liverpool bukanlah merah seperti sekarang ini, melainkan biru dan putih. Baru sejak 1894, warna merah mulai digunakan sebagai warna seragam dan putih untuk celana. Akhirnya sejak 1964, semua pemain Liverpool mengenakan warna merah dari seragam, celana, dan kaos kaki. Menurut seorang legenda Liverpool Ian St. John dalam otobiografinya, ini terjadi saat manajer saat itu Bill Shankly merasa merah akan memberikan keuntungan psikologis bagi mereka. Shankly makin yakin timnya harus mengenakan warna merah setelah melihat salah satu pemainnya Ronnie Yeats terlihat lebih garang dalam balutan seragam dan celana merah. St. John kemundian mengusulkan kepada Shankly agar kaos kakinya juga berwarna merah.

7. Obor yang berada di logo Liverpool sekarang, ditambahkan untuk mengenang 96 suporter yang tewas saat Bencana Hillsborough. Kemalangan itu terjadi pada 15 April 1989 saat berlangsungnya pertandingan semi-final Piala FA antara Liverpool dan Nottingham Forest. Terlalu banyaknya penonton yang hadir membuat bagian tribun yang diperuntukkan bagi fans Liverpool menjadi sangat padat dan mereka pun akhirnya menjadi sangat berdesak-desakan dan tidak bisa keluar karena masih dihalangi oleh pagar kawat yang tinggi. Akibatnya banyak yang mengalami sesak napas dan meninggal. Pertandingan pun dihentikan enam menit setelah dimulai karena banyaknya penonton yang mencoba memanjat pagar untuk menghindari kepadatan itu. Kejadian ini membuat seluruh stadion di Inggris diubah menjadi stadion yang hanya memiliki tempat duduk dan pagar yang memisahkan penonton dengan lapangan dihilangkan.

6. Walaupun Liverpool mempunyai sejarah yang gemilang dengan prestasi mereka di lapangan. Sebagian diantaranya menjadi ternoda karena hooliganisme dari para suporternya. Hal itu menjadi puncaknya pada 29 Mei 1985 ketika terjadinya Bencana Heysel. Heysel menjadi stadion tempat dilangsungkannya final Piala Eropa antara Liverpool melawan Juventus. Satu jam sebelum pertandingan dimulai, sebagian besar kelompok suporter Liverpool menerjang pagar yang memisahkan mereka dengan suporter Juventus dan kemudian menyerang para fans Bianconeri. Hal itu membuat para suporter Juve berlarian mundur untuk menghindari serangan dan terpojok di tembok stadion. Tembok itu akhirnya roboh dan menimpa penonton lain yang berada di bawahnya. Situasi kemudian menjadi kacau balau, dan wasit memutuskan untuk terus melanjutkan pertandingan untuk menghindari kerusuhan lebih lanjut lagi. Peristiwa ini mengakibatkan hilangnya nyawa 39 orang yang kebanyakan merupakan suporter Juventus dan juga skorsing bagi semua klub Inggris untuk tidak mengikuti semua kompetisi Eropa yang diadakan UEFA. Skorsing itu akhirya baru dicabut di musim 1990-91.

5. Ian Callaghan adalah pemain yang tampil paling banyak bagi Liverpool sebanyak 857 kali dalam karir yang berlangsung selama 19 musim di Anfield. Legenda lainnya Ian Rush memegang rekor sebagai pemain yang paling banyak mencetak gol bagi Liverpool dengan 346 gol. Sedangkan Phil Neal merupakan pemain yang paling banyak menjadi juara di Liverpool karena ia telah berhasil memiliki medali pemenang sebanyak 20 buah. Rekor Neal ini juga bertahan bagi Inggris sebelum dipecahkan musim lalu oleh Ryan Giggs dari Manchester United.

4. Kemenangan terbesar yang pernah dicatat oleh Liverpool terjadi pada 1974 saat mereka menghancurkan Stromsgodset IF dengan skor akhir 11-0. Tetapi mereka juga pernah tampil buruk sekali dan mengalami kekalahan terbesar ketika digebuk Birmingham City 1-9 20 tahun sebelum kemenangan terbesar Liverpool terjadi.

3. Lagu kebanggaan yang selalu dinyanyikan para penonton di Anfield dan fans Liverpool di seluruh dunia berjudul You'll Never Walk Alone (YNWA) yang aslinya merupakan sebuah lagu di drama musikal Carousel. Lagu itu dinyanyikan pertama kali di Anfield saat band Gerry and the Pacemakers yang juga berasal dari Liverpool berhasil mencapai nomor satu di jenjang tembang berkat lagu itu. Suporter yang ikut bernyanyi saat lagu-lagu dari jenjang tembang itu diputar tidak berhenti menyanyikan YNWA mesikipun lagu itu sudah tidak masuk daftar lagi. Sejak itulah tradisi menyanyikan lagu tersebut di Anfield lahir. Lagu yang sama juga kemudian diadopsi oleh pendukung klub lain seperti Glasgow Celtic, Hibernian, Feyenoord Rotterdam, dan FC Twente.

2. Kepemilikan Liverpool sekarang berada di tangan dua orang Amerika Serikat Tom Hicks dan George Gillett sejak 6 February 2007 ketika mereka membeli saham terakhir dari ketua sebelumnya David Moores. Hubungan antara Hicks dan Gillett kemudian dilaporkan memburuk sehingga membuat Dubai International Capital tertarik untuk menjadi pemilik Liverpool. Setahun sebelumnya, Liverpool telah mendapatkan izin untuk membangun stadion baru di Stanley Park. Tetapi desain stadion baru itu diubah setelah masuknya Hicks & Gillett dan kini pembangunan stadion menjadi tertunda karena adanya krisis finansial yang melanda global dunia. 

1. Kemampuan Liverpool untuk terus bermain dan pantang menyerah sangat terlihat di dalam dua pertandingan final yang mereka hadapi. Saat final Piala FA 2006 melawan West Ham United berlangsung, Liverpool dengan cepat tertinggal 1-2 dalam waktu 32 menit pertama. Skor berubah lagi menjadi 3-2 bagi West Ham hingga akhirnya kapten Steven Gerrard mencetak satu gol di menit perpanjangan waktu terakhir yang merubah skor 3-3 yang harus diakhiri lewat adu penalti. The Reds akhirnya menjadi juara setelah kiper Pepe Reina mampu memblok tendangan penalti 3 pemain West Ham.

Final lainnya terjadi di ajang Liga Champions 2005 melawan AC Milan di Istanbul, Turki. Menjelang turun minum, Liverpool telah kebobolan 0-3. Lalu, The Reds mampu menyamakan kedudukan dengan mencetak tiga gol juga di babak kedua. Hasil seri itu bertahan hingga peluit akhir dan memaksa diadakannya adu penalti lagi. Kali ini pahlawan Liverpool adalah penjaga gawang Jerzy Dudek yang berhasil menepis tendangan penalti terakhir Andriy Shevchenko.